Tampilkan postingan dengan label Metro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metro. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2017

Hotel Grand Paragon Terbakar, Polisi: Tak Ada Korban Jiwa

Metro, Jakarta - Hotel Grand Paragon di Jalan Gajah Mada Taman Sari, Jakarta Barat terbakar pada Senin, 2 Januari 2017. Api diduga berasal dari korsleting listrik yang berada di ruangan karaoke di lantai enam.

“Mulanya terdengar suara teriakan pengunjung dari lantai enam,” kata Kepala Kepolisian Sektor Taman Sari Ajun Komisaris Besar Nasriadi saat dikonfirmasi Senin, 2 Januari 2017.

Seorang pekerja pun mengeceknya dan melihat api dari dalam ruang karaoke VIP yang saat itu dalam kondisi kosong.

Sebanyak 32 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Bencana dikerahkan untuk memadamkan api. Api pun berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat proses pemadaman, sempat dilakukan pengalihan arus di sekitar lokasi karena banyaknya masyarakat yang ikut berhenti dan tertarik untuk melihat kejadian tersebut. "Arus lalu lintas dari arah Gajah Mada Plaza ke Glodok tersendat dan dialihkan melalui Jalan Hayam Wuruk dengan sistem melawan arah," kata Nasriadi.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Total kerugian materil pun belum bisa diperkirakan. "Polisi masih akan olah TKP dan meminta keterangan saksi lain," kata Nasriadi lagi.

INGE KLARA SAFITRI

Tragedi Zahro Express, Pempov DKI Gagal Berikan Transportasi  

Turun Kapal Duluan, Nahkoda Zahro Terancam Tak Bisa Berlayar

Kebakaran Zahro Express, 20 Korban Tewas Bertumpuk

Kebakaran Zahro Express, 20 Korban Tewas Bertumpuk

Kebakaran Zahro Express, 20 Korban Tewas Bertumpuk

Kebakaran Zahro Express, 20 Korban Tewas Bertumpuk

Lima Kapal Dikerahkan Cari Korban Hilang Kapal Zahro Express

Nachrowi Bantah Jamran Bagian dari Tim Sukses Agus-Sylvi

Metro, Jakarta - Ketua tim pemenangan pasangan calon Gubernur nomor urut 1 Agus Harymurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Nachrowi Ramli, membantah Jamran adalah salah satu bagian dari tim kampanye mereka. Jamran adalah tersangka dalam kasus ujaran kebencian yang saat ini ditahan di Polda Metro Jaya.

Meskipun begitu, Nachrowi tak membantah adanya hubungan adanya Jamran dan Agus-Sylviana. “Saudara Jamran sebagai anggota salah satu tim relawan, di mana jabatan saudara Jamran di organisasi relawan tersebut tersebut sebatas anggota biasa,” kata Nachrowi di Posko Kemenangan Agus-Sylviana, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Ahad, 1 Januari 2016.

Nama Jamran, kata Nachrowi, tidak tercantum dalam daftar nama tim kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diberikan kepada Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Ia kemudian meminta agar tim kampanye lain tak terpancing isu provokatif.

Hal ini bermula ketika suami Sylviana Murni, Gde Sardjana dipanggil oleh Polda Metro Jaya. Gde diperiksa atas adanya dana yang ia kirimkan pada Jamran, yang diduga terkait untuk aksi makar. Usai pemeriksaan Gde membantah uang tersebut ia tujukan untuk aksi makar.

Sementara itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan informasi yang dihimpun, dana itu juga masuk ke tim kampanye Agus-Sylviana. “Informasi yang kami dapat, keperluan mereka mentransfer itu untuk tim sukses pasangan nomor satu (Agus-Sylvi),” kata Argo kemarin.

Dalam pemeriksaan, Gde Sardjana mengakui telah mentransfer sejumlah dana ke Jamran. Ada tiga kali dengan total Rp 25 juta. Yakni, Rp 10 juta tunai, Rp 5 juta transfer melalui teman istrinya pada November lalu, dan Rp 10 juta. “Tapi, alasannya untuk keperluan operasi istrinya (Jamran)," kata Argo menjelaskan.

Jamran dan Rizal Kobar menjadi tersangka dalam kasus ujaran kebencian. Mereka ditahan beberapa saat sebelum aksi damai 2 Desember 2016. Mereka ditangkap bersama 10 orang lain yang dituduh merencanakan makar. Dalam pengembangan selanjutnya, Jamran dan Rizal menjadi tersangka melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Saat ini keduanya masih ditahan di Polda Metro Jaya.

EGI ADYATAMA

Zahro Express Terbakar, Menteri Perhubungan Minta Maaf

Periksa Dokumen, KNKT Selidiki Penyebab Terbakarnya Kapal

Metro, Jakarta - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Soerjanto Tjahjono, mengatakan pihaknya memiliki waktu tiga bulan untuk menyelidiki penyebab terbakarnya kapal Zahro Express. “Sekarang kami sedang kumpulkan catatan kapal sebelum berlayar, perbaikannya, dan minta keterangan penumpang terkait kronologis,” kata Soerjanto di Pelabuhan Kali Adem, Ahad, 1 Januari 2017.

Dari keterangan penumpang, kata dia, titik api kebakaran bermula di mesin kapal. Kemudian api dengan cepat membesar dan melalap badan kapal. Namun pihaknya belum menemukan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Sejauh ini, ujarnya, kapal tersebut masih layak pakai dan tidak melebihi kapasitas penumpang. Kapal itu mendapat surat persetujuan berlayar dari Syahbandar Pelabuhan Muara Angke pada 22 Desember lalu. Kapal itu diizinkan memuat penumpang sebanyak 280 penumpang.

Namun, dalam manives penumpang yang membeli tiket melalui Pelabuhan Kali Adem, hanya sekitar 100 orang. Selebihnya, sekitar 200 orang lain tak terdaftar dalam manives. “Ada perbedaan dengan penumpang yang dilaporkan dengan yang di lapangan,” ucap dia.

Saat ini pihaknya sedang mencari tahu kenapa kepabakaran itu bisa terjadi. Pihaknya belum memastikan adanya unsur kelalaian. Menurut Soerjanto, manivest yang tak tercatat ini sering terjadi di sejumlah pelabuhan. Termasuk di Riau dan Tarakan.

Soerjanto juga akan berfokus mencari tahu catatan kapal sebelum terbakar. Termasuk apakah kapal sering rusak, lapuk, dan lain sebagainya. Pihaknya telah mengkonfirmasi hal itu ke Syahbandar Pelabuhan Muara Angke. Namun ia memerlukan validasi data.

Kapal Zahro Express berangkat dari Pelabuhan Muara Angke pukul 08.15 WIB. Dua puluh menit berlayar, kapal dengan berat 106 gross ton itu terbakar di Teluk Jakarta. Menurut manifes kapal, hanya ada 100 penumpang dalam kapal itu. Nyatanya sekitar 260 orang menjadi penumpang. Sebanyak 23 orang korban meninggal.

AVIT HIDAYAT

Bocah Korban Kapal Terbakar: Mama, Mama di Mana?

Kemenhub: Zahro Express Sudah Memenuhi Standar Keselamatan

Metro, Jakarta - Kapal Motor Zahro Express yang terbakar di perairan Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Minggu, 1 Januari 2017, disebut layak laut.

Laporan yang diterima oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyebutkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) KM Zahro Express dikeluarkan oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke dan dinyatakan layak untuk berlayar.

Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Wisnu Wardana, mengatakan kapal Zahro Express sudah memenuhi standar keamanan dan keselamatan. “Kapal dinyatakan laik laut, artinya sudah memenuhi standar keselamatan pelayaran,” kata dia melalui pesan WhatsApp, Ahad 1 Januari 2017.

Baca:
Plt Gubernur DKI: Tak Ada Arahan ABK Saat Kapal Terbakar
Polda Selidiki Terbakarnya Kapal di Kepulauan Seribu

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengeluarkan Surat Edaran Direktur Perkapalan dan Kepelautan atas nama Direktur Perhubungan Laut Nomor: UM. 003/13/16/DK.16 tentang Peningkatan Keselamatan Kapal yang dibuat tanggal 16 September 2016. Surat itu meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perhubungan Laut untuk meningkatkan pengawasan keselamatan kapal, khususnya kapal kecepatan tinggi dengan mesin di dalam (inboard engine) maupun mesin tempel (outboard engine).

Mereka juga diwajibkan memastikan setiap pemilik atau operator dan juga nahkoda kapal melaksanakan dan melaporkan hal-hal yang menjadi persyaratan keselamatan sebelum keberangkatan kapal.

Menurut laporan yang diterima Kementerian Perhubungan, kapal itu dibuat tahun 2013 berbahan Fiberglass. Zahro Express dinyatakan laik laut dengan sertifikat keselamatan yang dikeluarkan oleh KSOP Muara Angke yang masih berlaku sampai dengan Juni 2017.

Saat kejadian, kondisi cuaca di wilayah perairan Kepulauan Seribu dilaporkan sedang normal. Lokasi kejadian tepatnya di 06 04' 776" S / 106 46' 243" E.

Dugaan sementara, kata Wisnu, insiden itu kemungkinan besar akibat konsleting listrik di ruang mesin. Diasumsikan mesin kapal tersebut meledak kemudian terbakar di kamar mesin yang di dalamnya terdapat tangki bahan bakar.

Kapal penumpang berbobot 106 GT dengan tanda selar 6960/Bc itu disebut mengangkut sekitar 244 orang, termasuk 6 orang anak buah kapal (ABK). Sedangkan kapasitas kapal mencapai 285 orang.

Untuk kepastian penyebab musibah terbakarnya KM. Zahro Express tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyerahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menginvestigasinya.

REZKI ALVIONITASARI

Plt Gubernur DKI: Tak Ada Arahan ABK Saat Kapal Terbakar

Metro, Jakarta - Kapal penyeberangan Zahro Express terbakar saat akan menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, dari Pelabuhan Muara Angke. Menurut catatan pelayaran bernomor J6K/SUPV/12/I/2017, ada enam orang awak yang mengontrol kapal milik swasta itu.

Mereka adalah Mohammad Nali sebagai nahkoda, Lahmudin sebagai kepala kamar mesin, dan empat orang kelasi yaitu Sukarni, Subhan, Nofal, dan Solmet. Namun saat kebakaran terjadi, enam orang Ini diketahui tak membantu penumpang untuk evakuasi.

"Polisi sedang menyelidiki soal tidak adanya peringatan dari petugas atau nahkoda bahwa ini kebakaran," kata Pelaksana tugas gubernur Jakarta, Sumarsono, di Rumah Sakit Atma Jaya, Ahad, 1 Januari 2017.

Baca:
Kebakaran Kapal Zahro Express Diduga Berawal dari Mesin
Kapal Zahro Express Terbakar, Korban Tewas Jadi 23 Orang

Selain itu, kata Sumarsono, polisi juga menyelidiki awal mula kebakaran yang disebut dari korsleting listrik di kamar mesin. "Dicek juga soal jaket pelampung yang katanya tidak cukup untuk penumpang," kata Soni. "Menurut penumpang kejadian ini sangat cepat dan langsung banyak asap hitam."

Jerri Ismayadi, 17 tahun, adalah salah satu penumpang yang selamat dalam kejadian itu. Ia mengatakan saat penumpang panik melihat kepulan asap hitam dari mesin, tak ada petugas yang terlihat memberikan arahan evakuasi. Pengumuman dari pengeras suara juga tak ada. "Semua panik jadi saya ikut orang-orang pada ke dek atas terus loncat ke laut," katanya.

Saudara sepuput Jerry, Fredy Zakaria, adalah salah satu yang meloncat ke laut saat kapal terbakar dan tidak mendapat jaket pelampung. "Saya lihat orang-orang. Terus pas mau balik ke kursi ambil jaket, sudah enggak ada diambil orang," kata Fredy. Ia lalu loncat ke laut tanpa jaket pelampung. "Alhamdulillah bisa berenang," katanya.

Kapal Zahro Express berangkat dari pelabuhan sekitar pukul 08.15 WIB. Dua puluh menit berlayar, kapal dengan berat 106 gross ton itu terbakar. Menurut manifes kapal, hanya ada 100 penumpang dalam kapal itu. Nyatanya sekitar 260 orang menjadi penumpang. Sebanyak 22 orang korban meninggal dunia.

INDRI MAULIDAR

Polda Selidiki Terbakarnya Kapal di Kepulauan Seribu

Aksinya Ketahuan, Pencuri Tinggalkan Sekarung Rokok di Atap  

Metro, Bekasi - Seorang pencuri minimarket di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, lolos dari kepungan warga. Padahal, pelaku tunggal itu sempat dua kali terjatuh dari atap ke dalam toko di tempatnya beraksi. Karung berisi rokok berbagai merek ditinggalkan di atas atap.

Juru bicara Kepolisian Sektor Tambun, Inspektur Satu Tri Mulyono, mengatakan peristiwa terjadi di Alfamart Perumahan Taman Puri Cendana, Jalan Santoso, rumah toko AB1 RT 016 RW 016, Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu, 31 Desember 2016.

Saat baru saja melakukan aksinya, kata dia, pencurian itu diketahui petugas keamanan setempat Nimar, 57 tahun. Ia memergoki orang tak dikenal berada di atas atap Alfamart. “Saksi menegur pelaku dan menyuruhnya turun,” kata Tri, Ahad, 1 Januari 2017.

Aksinya ketahuan, pelaku melarikan diri dari atap Alfamart ke atap toko lain di sebelahnya. Atap toko tak kuat menahan tubuh pelaku, akibatnya pelaku terjeblos dan jatuh ke dalam toko.

Di dalam toko ada penghuninya, Robby Linardy. Warga yang berada di luar toko meminta agar Robby membuka tokonya. Tak mau ditangkap, pelaku mengancam Robby menggunakan sebilah golok agar tidak membuka pintu toko. “Pelaku kemudian melarikan diri, dan lagi-lagi, dia terjatuh, lalu melarikan diri,” kata dia.

Kepolisian setempat yang mendapatkan laporan segera ke lokasi kejadian. Hasil identifikasi, diketahui bahwa kondisi Alfamart sudah berantakan, serta atapnya jebol. Diduga sengaja dijebol pelaku agar bisa masuk ke minimarket.

“Kami menemukan karung plastik berisi rokok berbagai merek di atas atap genting Alfamart,” kata Kepala Polsek Tambun Komisaris Bobby Kusumawardhana. Dia masih mempelajari isi rekaman kamera pengawas di dalam minimarket itu guna mengidentifikasi pelaku pencurian tersebut. “Pelaku masih dalam penyelidikan,” katanya.

ADI WARSONO

Kapal Zahro Express Terbakar, Korban Tewas Jadi 23 Orang

Metro, Jakarta - Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan hingga pukul 14.35 WIB, korban meninggal terbakarnya kapal Zahro Express adalah 23 orang.

Sementara korban luka-luka sebanyak 17 orang, penumpang hilang 17 hilang, dan yang selamat 194 orang.

“Korban luka yang dibawa ke Rumah Sakit Atmajaya sebanyak 17 orang,” kata petugas Pusdalops melalui pesan WhatsApp, Ahad, 1 Januari 2017. Posko bencana ini berada di Pelabuhan Muara Angke Penjaringan Jakarta Utara.

Kapal laut Zahro Express terbakar sekitar pukul 08.50 WIB pagi tadi setelah bertolak dari Pelabuhan Muara Angke. Di tengah jalan, kapal tiba-tiba terbakar dan membuat panik penumpang yang sebagian besar adalah wisatawan.

Perwira Piket Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Wahyudin mengatakan, kapal tersebut memuat ratusan penumpang. Sejauh ini setidaknya 17 orang masih dinyatakan hilang. Tim BPBD memastikan puluhan orang yang meninggal. Namun, pihaknya belum mengidentifikasi identitas korban.

REZKI ALVIONITASARI | NINIS CHARUNNISA | AVIT HIDAYAT

Sabtu, 31 Desember 2016

Kapal Terbakar dekat Muara Angke, Kasudin PKB: 5 Orang Tewas

Kebakaran Kapal Zahro Express Diduga Berawal dari Mesin

Metro, Jakarta - Kebakaran kapal penumpang Zahro Express di perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Ahad pagi, 1 Januari 2017 diduga berawal dari mesin kapal. Kapal mulai dilaporkan terbakar 15 menit setelah berlayar dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara.

"Terjadi kumpulan asap di daerah kabin mesin. Mesinnya terbakar. Kemudian merambat ke body kapal," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kepulauan Seribu Edi Rudiyanto saat dihubungi, Ahad, 1 Januari 2016.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara Satriadi menjelaskan, kapal Zahro Express merupakan sebuah kapal semi kayu dan tidak menggunakan mesin speed boat. Ia mengatakan kapal itu biasa digunakan sehari-hari dengan kapasitas penumpang hingga 200 orang.

Hari ini, kapal dalam keberangkatan ke Pulau Tidung. "Kira-kira (penumpang) penuh karena musim libur ya," kata Satriadi.

Namun hingga saat ini, masih belum diketahui jumlah pasti penumpang yang diangkut oleh Zuhro Express. Namun dari data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dua orang tewas dan tujuh orang luka-luka. Sementara 17 penumpang dikabarkan masih belum bisa ditemukan.

Satriadi mengatakan proses pemadaman api telah selesai sejak tadi siang. Penumpang yang selamat juga telah dibawa kembali ke Pelabuhan Kali Adem. "(Korban) Dibawa ke rumah sakit ke beberapa lokasi," kata dia.

Namun Satriadi masih belum bisa memastikan penyebab kapal bisa terbakar. Ia mengatakan penyelidikan perlu dilakukan untuk memastikan penyebab mesin terbakar.

EGI ADYATAMA

Sepanjang 2016, Polda Metro Jaya Pecat 28 Anggota Bermasalah

Arsip Blog

Mengenai Saya

Masamba, Sulawesi Selatan, Indonesia