Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2017

Aung San Suukyi Ingin ke Indonesia Untuk Ucapkan Sesuatu

Dunia, Jakarta -�Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suukyi berharap dapat segera mengunjungi Indonesia untuk menyampaikan terima kasih atas bantuan pemerintah dan rakyatnya. Duta Besar Myanmar untuk Indonesia Aung Htoo mengatakan, sejak negaranya memiliki pemerintahan baru pada Maret 2016, Presiden Htin Kyaw dan Konselor Aung San Suukyi belum mengunjungi Indonesia sebagai bagian dari tradisi ASEAN.

"Presiden dan konselor kami belum pernah mengunjungi Indonesia. Jadi ini akan menjadi kunjungan pertama, bagian dari tradisi ASEAN, dan pada saat yang sama kami ingin berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan Indonesia," kata Aung Htoo pada Senin 2 Januari 2017.

Baca: Pemerintah Indonesia Kirim bantuan ke Rohingya

Pada 29 Desember 2016, Presiden Joko Widodo telah melepas 10 kontainer bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk masyarakat Rakhine, Myanmar, yang terdiri atas mi instan, makanan dan susu bayi, serta pakaian.

Pemerintah baru Myanmar juga berharap kunjungan Aung San Suukyi dapat sekaligus meningkatkan kerja sama kedua negara, khususnya di bidang ekonomi.�"Kami ingin mengundang perusahaan Indonesia, khususnya BUMN, untuk bekerja sama dengan perusahaan Myanmar," kataAung Htoo lagi.

Sebelumnya, Aung San Suukyi berencana mengunjungi Indonesia pada 2 Desember 2016, namun karena krisis Rakhine dan situasi di Jakarta yang kurang kondusif,maka kedua belah pihak sepakat untuk menunda kunjungan tersebut.

"Pada dasarnya, kami mengusulkan pada minggu pertama atau kedua Januari, tetapi itu (jadwal kunjungan) tergantung pada Indonesia, jika kalian siap maka kamu dapat berkunjung," kata Htoo.

Menurut Dubes Htoo, saat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengunjungi Myanmar pada 6 dan 19 Desember 2016 lalu, kedua belah pihak telah membahas perihal jadwal ulang kunjungan Aung San Suukyi ke Indonesia, dan Menlu RI menyarankan agar kujungan dilakukan setelah 19 Januari 2017. �Alasannya, pada minggu pertama hingga 19 Januari 2017, terdapat pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Rabat, Maroko.

ANTARA

Minggu, 01 Januari 2017

Tanda Ikonik Hollywood Dirusak

Dunia, Jakarta - Tanda ikonik "Hollywood" yang menghadap pusat perfilman dan pertelevisian California Selatan, Amerika Serikat dirusak dalam semalam. Pada Minggu pagi, warga terbangun dan menemukan ikon berhuruf putih tersebut berubah menjadi "Hollyweed" dan menatap mereka dari Mount Lee di Los Angeles, tempat versi tanda "Hollywood" pertama didirikan tahun 1923.

Kamera pengawas menangkap rekaman seorang berpakaian hitam sekitar pukul 03.00 yang diyakini polisi sebagai pelaku di balik pengubahan itu, kata Sersan Robert Payan dari Departemen Kepolisian Los Angeles dalam wawancara lewat telepon.

Bahan serupa terpal ditaruh menutupi dua huruf O dalam tanda ikonik itu sehingga terlihat seperti huruf E dan petugas penjaga taman masih mencari cara untuk melepasnya, kata Payan.

Polisi belum menemukan tersangka, tapi orang yang kedapatan melakukan pelanggaran itu bisa didakwa melakukan pelanggaran karena masuk tanpa izin.

Penyanyi rap Snoop Dogg, pengguna ganja, mencuit mengenai perubahan tanda ikonik Hollywood pada Minggu, mengatakan: "#hollyweed - that's were I get my mail. #merryjane."

Tanda "Hollywood" masih menjadi tempat populer bagi turis, yang biasanya mendaki ke atas untuk berfoto. Sekarang tempat itu berpagar dan orang sulit mengaksesnya.

Tanda ikonik itu hampir hilang akibat pembangunan tahun 2010 sampai kelompok konservasi, dengan sumbangan pendiri majalah Playboy Hugh Hefner dan yang lainnya, membeli lahan di dekatnya untuk menyelamatkan pemandangan itu.

Tanda itu aslinya "Hollywoodland" dan dibuat untuk mempromosikan pembangunan perumahan. Beberapa huruf terakhirnya rusak pada akhir 1940an, dan bagian yang masih tersisa diperbaiki tahun 1978.
ANTARA

Teror Klub Malam Istanbul, Tak Ada WNI Jadi Korban

Teror Klub Malam Istanbul, Tak Ada WNI Jadi Korban

Jumat, 30 Desember 2016

Presiden Putin Tak Akan Balas Pengusiran Diplomatnya oleh AS

CEO Mundur, Karyawan Bunuh Diri Keberatan Beban Kerja

Dunia, Tokyo - Presiden Dentsu Inc, Tadashi Ishii mengundurkan diri sebagai pertanggungjawaban atas aksi bunuh diri dari seorang karyawatinya terkait beban kerja yang meningkat.

Pemimpin salah satu prusahaan di bidang periklanan dan pelayanan publik terbesar di Jepang tersebut, menyesali insiden yang menimpa pekerja di divisi iklan perusahaan tersebut.

"Saya memiliki tanggung jawab sebagai orang yang mengawasi manajemen perusahaan. Saya akan bertanggung jawab penuh (atas insiden ini) dan akan mundur pada pertemuan dewan pada bulan Januari," kata Ishii.

Pria berusia 65 tahun tersebut juga meminta maaf atas kejadian itu dan menyesal karena tidak melakukan perekrutan baru guna mengurangi beban kerja karyawan.

"Kami sangat menyesal karena gagal merekrut karyawan baru. Saya menawarkan permintaan maaf yang tulus," kata Ishii pada konferensi pers Rabu malam, 28 Januari 2016, di Tokyo, seperti yang dilansir Japan Times pada 28 Desember 2016.

Pada Hari Natal 2015, Matsuri Takahashi, 24 tahun, karyawati di biro iklan Dantsu melakukan aksi bunuh diri akibat depresi dengan pekerjaan yang begitu banyak yang dibebankan kepadanya. Dia merupakan karyawati yang belum lama bekerja di perusahaan dan baru bergabung dengan Dantsu pada April 2015.

Ishii mengatakan ia memutuskan untuk mengundurkan diri setelah akhirnya diizinkan untuk meminta maaf kepada keluarga Takahashi secara pribadi pada hari Minggu.

Konferensi pers tersebut dibuat menyusul kementerian Ketenagakerjaan Jepang mengkritik proses perekrutan Dentsu, sehingga menambah beban kerja karyawannya.

Pengunduran diri itu juga dilakukan setelah beberapa organisasi buruh menuding bahwa Dentsu telah melanggar UU Standar Buruh dengan memaksa Takahashi dan karyawan lain untuk bekerja melebihi waktu kerja normal antara Oktober dan Desember 2015.

Pada November 2016, Kejaksaan mulai melakukan penyelidikan dan menyatakan akan membawa kasus itu ke pengadilan setelah menemukan sejumlah bukti bahwa perusahaan telah melanggar beberapa aturan kerja.

Takahashi, yang menunjukkan tanda-tanda depresi sebelum kematiannya, ditemukan telah bekerja lembur jauh melebihi batas maksimum yang diizinkan di bawah perjanjian kerja. Dia melompat dari lantai atas sebuah asrama perusahaan pada 25 Desember 2015.

Untuk menggantikan Ishii, perusahaan tersebut telah menyiapkan Hideo Tokuyama, mantan wakil menteri lahan, infrastruktur, transportasi dan pariwisata. Dia akan mulai bekerja pada 1 Januari 2017.

JAPAN TIMES|JAPAN NEWS|YON DEMA

Arsip Blog

Mengenai Saya

Masamba, Sulawesi Selatan, Indonesia